MIZWALA QIBLA FINDER

 


1.      SEJARAH MIZWALA QIBLA FINDER

Seiring berkembangnya teknologi dan informasi, berkembang pula inovasi dalam memodifikasi instrument astromoni yang telah ada. Salah satu diantaranya adalah modifikasi sundial dan tongkat istiwa’. Sundial atau jam matahari dengan berbagai bentuknya, pada awalnya hanya dapat digunakan untuk menentukan waktu saja. Namun lambat laun dikonstruksi lagi menjadi alat-alat lain dengan fungsi yang lebih lengkap bahkan yang berbeda dari sebelumnya. Diantaranya alat hasil modifikasi sundial adalah mizwala qibla finder dan istiwaaini yang digunakan untuk menentukan arah kiblat.

Mizwala qibla finder merupakan sebuah instrument modiffikasi dari sundial dan tongkat istiwa’ yang digunakan khusus untuk menentukan arah kiblat. Dilihat dari nama yang diberikan oleh penemunya, kata “mizwala” berasal dari bahasa Arab dari kata zaala-yazuulu-zaulan yang berarti pergi atau berlalu. Kata mizwala sendiri merupakan isim alat (kata benda) yang artinya jam dengan bayang-bayang sinar matahari. Sedangkan qibla finder berasal dari bahasa inggris yang artinya pencari kiblat.

Sebagaimana sundial, alat ini memiliki bidang dial sebagai penampung cahaya matahari yang dihasilkan oleh gnomon atau tongkat. Namun demikian, posisi gnomon yang ada pada mizwala qibla finder berdiri tegak lurus terhadap bidang dial. Posisi gnomon ini seperti tongkat istiwa’ pada umumnya.

Alat modifikasi ini merupakan penemuan Hendro Setyanto pada tahun 2010. Ia adalah ahli astronomi lulusan ITB yang saat ini ia aktif sebagai anggota lajnah falakiah nahdhatul ulama dan telah membuat mobile observatory yang disebut dengan Indonesia mobile observatory (IMO). Ide penemuan mizwala qibla finder dimulai ketika hendro setyanto memberikan pengarahan hisab rukyat kepada muktamar NU XXXII di Makasar. Saat itu, para peserta kebingungan ketika dijelaskan tentang teori penentuan arah kiblat dengan sundial. Sehingga kemudian ia menggunakan kertas yang ditancap pada sundial, kemudian diputar dengan memberikan tanda nilai sudut pada kertas. Dari sini kemudian ia memiliki ide untuk merekonstruksi tongkat istiwa’ dan sundial menjadi sebuah alat petunjuk arah kiblat yang diberi nama dengan mizwala qibla finder.

Mizwala qibla finder telah mengalami beberapa kali modifikasi. Mizwala pertama yang dibuat dari kotak yang dapat dibuka. Didalam kotak tersebut di tengahnya dibentuk lubang sebesar compact disk (CD). Lubang tersebut berfungsi untuk meletakkan CD yang juga difungsikan sebagai bidang dial dengan angka sudut dari  0 hingga 350 derajat di pinggirnya. Dalam CD tersebut juga terdapat software mizwala qibla finder. Dibagian tengah CD terdapat lubang untuk meletakkan gnomon yang panjangnya sekitar 2 cm. sedangkan di pojok kotak terdapat kompas untuk membantu mengarahkan mizwala qibla finder. Pada sisi kotak terdapat kotak berbentuk panah dengan tulisan arah kiblat. Setelah versi pertama ini, mizwala qibla finder kemudian dimodifikasi kembali dengan bentuk yang lebih besar dan bahan yang lebih kuat.

Adapun dari segi penggunaannya, mizwala qibla finder telah berkembang dengan dua versi. Versi pertama menggunakan bayangan matahari dan azimuth kiblat secara langsung, bukan seslisihnya. Sedangkan mizwala qibla ginder bersi kedua menggunakan selisih antara azimuth bayangan matahari dan azimuth kiblat.

Namun kekurangan dari Mizwala Qibla  Finder ini  adalah penggunanya diharuskan  memiliki sebuah komputer, atau setidaknya tersedia saat ia  akan melakukan penentuan arah kiblat dengan menggunakan Mizwala Qibla Finder. Ini menjadi hambatan sendiri bagi masyarakat  yang kurang mampu, ketika ia harus memiliki komputer  atau laptop  terlebih  dahulu  untuk  menggunakan Mizwala Qibla Finder ini.

Oleh karenanya  di sini penulis mencoba  memberikan  solusi  untuk memecahkan kekurangan dari  alat  ini. Serta mencoba  memberikan  kemudahan dalam menggunakan  alat  ini.  Yaitu  penulis  akan  mentranformasi  aplikasi perhitungan Mizwala  Qibla  Finder ini  dari  komputer menuju Mobile  Phone dengan bahasa pemrograman Java 2 Micro Edition (J2ME).

 

Dengan menggunakan Mobile  Phone sebagai  alat  perhitungan  dalam penggunaan Mizwala  Qibla  Finder,  akan  memberikan  nilai tambah  kepraktisan dari Mizwala  Qibla  Finder sendiri. Sehingga  ketika  aplikasi  ini telah ditransformasikan ke Mobile Phone, pengguna Mizwala Qibla Finder tidak perlu menggunakan komputer maupun laptop lagi. Cukup membawa Mizwala  Qibla Finder dan mobile phone yang telah di-instal Aplikasi Perhitungan Mizwala Qibla Finder dalam bentuk Java.

 

 

2.      BAGIAN-BAGIAN MIZWALA QIBLA FINDER

a.       Gnomon (Miqyas)

Gnmon merupakan pembentuk bayang-bayang yang diletakkan di tengah lingkaran bidang dial putar. Tingginya 10 cm dengan ujung yang mengerucut sehingga bayangannya tidak melebar dan hanya membentuk titik. Panjang genomon in disesuaikan dengan jari-jari lingkaran bidang dial putar agar bayangan di hasilkan tidak melebihi bidang dialnya.

b.      Bidang dial putar

Bidang ini berfungsi sebagai penerima bayangan matahari yang dihasilkan oleh gnomon dan dapat diputar hingga 360o . bidang dial putar ini berfungsi seperti bidang dial yang ada pada sundial, hanya saja pada mizwala qibla finder bidang dialnya dapat diputar. Fungsi putaran bidang dial adalah menjadi pengukuran arah kiblat dapat dilakukan waktu singkat (kurang dari 5 menit). Bidang ini memiliki luas yang lebih kecil dibandingkan dengan bidang level dengan jari-jari sebesar 15 cm. pada bidang in terdapat kurva yang terdiri dari lingkaran-lingkaran konsentrik dan skala azimuth dari 0-360o dengan interval 150.  Bidang dialputar ini membedakkan mizwala qibla finder dengan tongkat istiwa’ umumnya.

c.       Bidang level

Bidang level berfungsi sebagai penyangga dari sundial. Bidang level ini merupakan kompnen tambahan dari bentuk sundial pada umumnya yang hanya terdiri dari bidang dial, gnomon dan garis jam. Selain berfungsi sebagai penyangga, bidang level ini juga memiliki fungsi pengatur keseimbangan atau kedataran kon\mponen yang berada diatasnya. Bidang dial tidak akan berfungsi dengan baik apabila tidak ada bidang level.

Dari mulai dibuat hingga saat ini, bidang level mengalami perubahan dan perkembangan. Bentuk awalnya adalah lingkarang kemudian menjadi hexagonal. Namun perubahan bentuk pada bidang level ini tidak berpengaruh terhadap keakurasiannya. Hanya saja yang perlu diperhatian adalah bidang level ini harus datar dan halus. Pada bidang level ini juga dilengkapi dengan tripod yang berfungsi memperkokoh dan mengatur kedataran bidang level. Tripod ini terdiri dari tifa penyangga yang terbuat dari fiber dan dapat diatur naik turun untuk menyeduaikan kedataran bidang level. Keseimbangan dan kedataran bidang level sangat berpengaruh terhadap hasil penentuan arah kiblatnya. Kedataran bidang level ini juga di ukut dengan bantuan waterpass  yang ada pada bindang level tersebut. pada bidang level juga terdapat kompas yang dapat digunakan untuk membantu  mengarahkan mizwala qibla finder ke perkiraan arah yang sebenarnya dan sebagai pembanding arah yang dihasilkan oleh mizwala qibla finder.

d.      Compact Disk Mizwala Qibla Finder

Pada mizwala qibla finder, include di dalamnya software mizwala qibla finder yang diberi nama dengan mizwala .xls . software in berupa program ms.excel yang didalamnya berisi perhitungan yang dapat dengan mudah digunakan oleh user untuk menggunakan dan mengetahui hasi larah kiblat dengan mizwala qibla fider tanpa melakukan perhitungan sendir secara manual. Pengguna hanya memasukkan data lintang tepat, buur tempat, tanggal dan waktu pengukuran pada bagian input data. Kemudian akan keluar data output diantaranya azimuth kiblat, jam pengukuran, right ascension, deklinasi, equation of time, irtifa’ as-simtu( azimuth matahari), dan mizwah(azmuth bayangn matahari)

 

3.      FUNGSI MIZWALA QIBLA FINDER

Mizwala qibla finder memiliki fungsi utama sebagai pencari arah kiblat. Namun disamping fungsi utama tersebut , mizwala qibla finder juga memiliki fungsi lain sebagai berikut :

a.       Menemukan arah kiblat

Konsep yang digunakan mizwala qibla finder dalam penentuan arah kiblat mengadopsi konsep theodolit, yaiu menggunakan posisi matahari untuk mengetahui arah utara sejati, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan arah kiblat. Namun yang membedakan dengan theodolit adalah posisi matahari yang digunakan untuk penentu arah utara sejati adalah posisi kebalikannya yang digambarkan melalui bayangan gnomon (miqyas) mizwala qibla finder yang di sebut dengan istilah mizwah. Dengan keberadaan mizwah, akan diketahui as-simtu yang kemudian digunakan untuk mengetahui arah utara sejati dan arah kiblat yang sudah dihitunga melaui program mizwah .xls

b.      Menentukan arah utara sejati

Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa dengan memanfaatkan bayangan gnomon yg akan menghasilkan posisi azimuth matahari, maka akan dihasilkan utara sejati. Dengan mengetahui azimuth Matahari pada jam pengukuran tertentu, kemudian bidang dial putar di putar sehingga bayangan yang dibetuk oleh gnomon sesuai dengan azimuth Matahari, akan diketahui empat arah mata angin sejati bumi. Sehingga titik 0o  akan menujukkakn arah utara, titik 90 o menunjukan arah timur, titik 180 o menunjukkn arah selatan, dan titik 270 o    menunjukkan arah barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astrolabe

Gawang Lokasi